Musyawarah Desa Validasi BLT Dana Desa Tamanayu Tahun 2020

   Musyawarah BLT           

Kimdesatamanayu. Dalam rapat Musyawarah Desa Validasi Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Dana Desa Tamanayu Tahun 2020 yang dihadiri oleh Umar Todhi selaku Kepala Desa, Bapak Irul Selaku Pendamping Desa di Kecamatan Pronojiwo, Bapak Agus Selaku Babinsa, Bapak Kasiadi Selaku Ketua BPD, Kepala Dusun,Ketua RT/RW dan Ibu PKK se Desa Tamanayu.

           Kami akan memberikan informasi tentang permendes No. 11 2019 dirubah menjadi permendes No. 6 tahun 2020 mengenai bahwa dana desa dapat digunakan sebagai BLT.  Adapun Syarat warga yang menerima Bantuan Langsung Tunai adalah sebagai berikut :

  1. Mereka yang tidak pernah mendapatkan progam keluarga harapan ( PKH )
  2. Bagi masyarakat yang tidak pernah mendapatkan bantuan pangan non tunai ( BPMT )
  3. Belum mendapatkan atau tidak pernah mendapatkan  kartu Pra Kerja
  4. Keluarga Miskin
  5. Keluarga yang memiliki riwayat penyakit kronis ( stroke, diabetes, paru-paru , jantung dll )

Mengenai beberapa kriteria keluarga miskin yang sesuai dengan aturan pemerintah adalah sebagai berikut

  1. Luas tanah minimal 8 m2
  2. Lantai berupa tanah
  3. Dinding berupa bambu atau kayu
  4. BAB tanpa adanya fasilitas memadai, dalam istilah jawa jumbleng
  5. Penerangan tanpa listrik Air minum menggunakan air sumur
  6. Menggunakan kayu bakar untuk memasak
  7. Konsumsi daging hanya satu kali dalam satu minggu
  8. Mempunyai satu set pakaian dalam satu tahun
  9. Makan hanya satu sampai dua kali sehari
  10. Tidak mempunyai dana untuk berobat ke puskesmas
  11. Jenjang pendidikan di tingkat KK tidak pernah sekolah
  12. Tidak bisa menabung

           Menurut Bapak Irul dari kriteria yang telah disebutkan di atas jumlah warga yang memenuh syarat tidak ada, dengan demikian kepada bapak RT untuk mendata dengan teliti warga yang sesuai dengan syarat bagi penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Mengenai kriteria keluarga miskin dapat diketahui dengan melihat dari empat empat dari lima warga desa disekitarnya menyebutkan bahwa keluarga tersebut kategori keluarga miskin. Pada masa ini warga yang terdampak covid -19 tergolong banyak, diataranya penjual cilok dikarenakan sekolah diliburkan dan sopir tidak bisa melakukan pengiriman ke kota tujuan karena adanya PSBB

           Besarnya anggaran Bantuan Langsung Tunai dana Desa selama satu bulan senilai 600.000 rupiah selama 3 bulan kedepan, jadi total akan mendapatkan 1.800.000 rupiah. Dikarenakan dana desa mendapatkan pengurangan dari Rp. 991.593.000 turun menjadi Rp. 980.786.000 Besaran anggaran BLT dimaksimalkan oleh Kementerian desa sebanyak 30% dari total pagu anggaran desa. Dengan demikian jumlah warga didesa Tamanayu yang mendapatkan BLT sebanyak 163 orang.

           Dana Desa wajib hukumnya untuk digunakan untuk BLT dikarenakan ada hukuman berupa pencairan tahap 3 jika dana desa tidak digunakan untuk BLT. Akibat dari penggunaan BLT, maka rencana kegiatan yang telah direncanakan pada tahun MUSDES RKP pada 2019 sehingga untuk kegiatan fisik pada tahun 2020 ditiadakan. Data yang sudah divalidasi oleh pihak desa akan diteruskan ke Bank Jatim untuk membuat Virtual Account dengan syarat Perkades Penetapan Validasi BLT dan fotocopy KTP dan KK warga yang berhak mendapatkan BLT. Sehingga dalam proses pencairan Kepala Desa memberikan surat kuasa kepada bendahara desa untuk pencairan BLT ke Bank Jatim. Pihak Bank Jatim sudah membagi uang senilai 600 ribu dikemas dalam kantong plastik untuk disalurkan kepada pemerintah desa. Kemudian Pemerintahan desa akan memberikan kuasa kepada ketua RT dan RW untuk membagikan kepada warga desa. Sehingga tidak ada pengumpulan masa atau warga yang berbondong-bondong menuju kantor desa demi mendukung pencegahan covid-19.

Apakah informasi ini bermanfaat ?

Tekan tombol dibawah untuk membagikan, terima kasih :)

0
Shares